Oleh : Exfarani Amaliya
Sebenarnya lelah
Tetapi aku harus tetap berjalan, walau
entah kapan kan sampai
Kukuatkan kaki untuk berpijak
Dengan langkah tertatih, terdengar suara
kaki berjalan dibelakangku
Menoleh
Ternyata Semu...
Awan kabut menutupi jalan kami
Hingga telingaku seakan tuli
Ketika awan kabut berlalu, harapan itu
nampak
Kutemukan dia, kusapa dia
Ku perhatikannya, dia membisu dan
berlari mengejar bulan
Terpaku
Angin membawa bisik
“kau tak sendiri”






