Minggu, 04 Agustus 2013

Bisik-Nya

Oleh : Exfarani Amaliya
Mahasiswi Bimbingan & Konseling Islam 2011



Sebenarnya lelah

Tetapi aku harus tetap berjalan, walau entah kapan kan sampai

Kukuatkan kaki untuk berpijak

Dengan langkah tertatih, terdengar suara kaki berjalan dibelakangku

Menoleh


Ternyata Semu...

Awan kabut menutupi jalan kami

Hingga telingaku seakan tuli

Ketika awan kabut berlalu, harapan itu nampak

Kutemukan dia, kusapa dia


Ku perhatikannya, dia membisu dan  berlari mengejar bulan

Terpaku

Angin membawa bisik

“kau tak sendiri”

Komentar Yuk..